India bisa dikatakan sebagai negara dengan populasi terbanyak, di lain itu india juga memiliki tempat wisata yang tidak boleh di lewatkan.
Namun yang menjadi sorota dunia terhadap india bisa kita sepakat bersama, perlindungan terhadapa wanita di india.
Sering kali wanita diperlakukan kurang baik, terlebih lagi semakin banyak laporan turis cantik dari berbagai negara yang datang ke india, malah mendapat teror di ikuti ( stalker ) yang sangat mengganggu.
Adapun kasus pemerkosaan yang levelnya semakin tinggi, namun sangat di sayangkan penyelesaian setiap kasus baik pada turis maupun warga india itu sendiri kurang baik, artinya tidak selesai secara tuntas.
Terbaru, Dokter magang berusia 31 tahun mengalami nasib malang, diperkosa-dibunuh secara sadis di india, yang sampai saat ini para pelaku masih belum tertangkap. yang membuat semua wanita di dunia merasa duka yang dalam.
protes seluruh dokter terhadap keadilan yang sejujur jujurnya untuk kasus seorang dokter yang Diperkosa-Dibunuh secara Sadis di IndiaKronologi Dokter Magang Diperkosa-Dibunuh secara Sadis di India
kopitanpagula365, Jakarta - Kasus dokter magang di India, dibunuh dan dirudapaksa di RG Kar Medical College and Hospital pada 9 Agustus lalu, ramai di media sosial. dan menjadi perhatian dunia.
Insiden itu terjadi di Kolkata, Benggala Barat, terhadap seorang dokter magang perempuan berusia 31 tahun.
Berdasarkan laporan sejumlah media lokal India, peristiwa terjadi ketika sang dokter tengah beristirahat di aula seminar RG Kar Medical College and Hospital usai bekerja 36 jam non-stop.
Ia kemudian ditemukan tidak bernyawa keesokan paginya dengan kondisi tubuh berlumuran darah.
Laporan polisi menunjukkan sang dokter mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh. Sebanyak 150 mililiter sperma ditemukan di tubuh sang dokter.
Hasil Undian Japan Open 2024: Banyak Pemain Mundur, Wakil Indonesia Merasakan Dampak
Polisi masih melakukan penyelidikan berapa pastinya jumlah pelaku yang kejih tersebut.
Kondisi tubuh korban sangat mengenaskan ketika ditemukan oleh rekan kerjanya. Beberapa bagian tubuhnya berlumuran darah seperti di area mata, mulut, dan alat vital.
Sejumlah luka juga ditemukan di kaki kiri, leher, tangan kanan, serta jari manis.
Investigasi awal pun menunjukkan bahwa terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan ialah Sanjay Roy, pria 33 tahun yang bergabung dengan kepolisian sebagai relawan sipil pada 2019.
Polisi memberikan pernyataan terduga pelaku Sanjay Roy telah menikah setidaknya empat kali dan dikenal sebagai tukang selingkuh dan selalu melakukan tindakan kekerasan rumah tangga atau yang biasa kita sebut KDRT.
Terduga pelaku dekat dengan sejumlah perwira polisi senior selama bertahun-tahun. Kedekatannya dengan para perwira senior itu diduga merubahnya menjadi terlatih dan dipindahkan ke Dewan Kesejahteraan Polisi Kolkata dan ditempatkan di pos polisi di RG Kar Medical College and Hospital.
foto : Pasangan Turis Asal Spanyol Alami Hal Buruk di India, Suami Dirampok Istri Diperkosa
Biro Investigasi Pusat (Central Bureau of Investigation/CBI) India telah menangkap Sanjay Roy pada Sabtu (17/8), di tengah demo dan mogok kerja besar-besaran oleh asosiasi dokter se-India.
Sanjay Roy bakal menjalani analisa psikologis oleh tim dari Laboratorium Pusat Ilmu Forensik Central Forensic Science Laboratory (CFSL).
Selain menangkap Sanjay Roy, CBI juga telah memeriksa mantan kepala RG Kar Medical College and Hospital, Sandip Gosh, sehubungan dengan dugaan pemerkosaan dan pembunuhan. Pemeriksaan itu sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (16/8).
Sementara di ketahui sekitar 20 orang telah diperiksa terkait dengan kasus ini. Beberapa yang diperiksa termasuk para dokter dan polisi yang bertugas di RG Kar Medical College and Hospital.
Kasus ini semula ditangani oleh kepolisian setempat. Namun ada tuduhan bahwa aparat lalai dan mencoba menutup-nutupi insiden. Kasus akhirnya dilimpahkan ke CBI.
Orang tua korban percaya bahwa mendiang anaknya telah diperkosa oleh setidaknya tiga orang. Ini berdasarkan hasil postmortem yang menyebut 150 mililiter air mani ditemukan dalam tubuh anak mereka.
Tindakan pelecehan seksual pernah terjadi pada 2012 terhadap mahasiswi 23 tahun di sebuah bus menuju New Delhi.
Usai insiden 2012, India merombak sistem peradilan pidana dengan memberikan hukuman yang lebih berat kepada pelaku pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan. Namun, menurut para aktivis, hanya segelintir perubahan yang terjadi usai revisi hukum tersebut.
Kekerasan terhadap perempuan tetap merajalela nyaris di seluruh India. Menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional, sebanyak 31.516 kasus pemerkosaan dilaporkan pada 2022. Jumlah ini meningkat 20 persen dari tahun 2021.
semoga kasus dokter magang dapat di pecahkan dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya
tragedi kejadian pembunuhan kekerasan p*merkos**n sadis india dukamendalam save lindungiwanitadiseluruhdunia



0 Komentar